Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

...

Gambar
      Baca Banten Biyakala

AnCaman Hukuman Bagi Pengunduh Vidio Porno

Baca disini

UU Pornografi

  Klik disini

...

Gambar
  Klik Disini Manfaat Mandi Air Garam Klik Disini Artikel Lainnya

Sejarah Pasek

  Klik Disini

Pemangku dalam Adat Hindu Di Bali

  Pemangku merupakan golongan orang suci diantara para umatnya di dalam agama Hindu. Seperti dilansir dari mutiarahindu, Pemangku hampir serupa dengan Sulinggih hanya saja kedudukan serta kewajiban keduanya berbeda. Pemangku merupakan orang suci yang tergolong ekajati (lahir sekali), tingkatan pertama dari kesucian seorang Sulinggih adalah sebagai Pemangku Pura. Pemangku Pura bertugas untuk nganteb atau mengiringi upacara Yajna, sedangkan Sulinggih ada dalam golongan dwijati (lahir dua kali).  Berasal dari kata Eka yang artinya satu dan Jati yang merupakan akar kata Ja yang berarti lahir. Seseorang dikatakan sebagai pemangku apabila telah melakukan upacara penyucian berupa Pawitenan. Pawitenan dapat dilakukan berulang kali oleh pemangku. Pemangku atau yang dikenal juga dengan sebutan Pinandita juga masih diperbolehkan untuk bercukur dan berpakaian layaknya anggota masyrakat biasa karena masih memiliki tugas dan kewajiban dalam hubungan kemasyarakatan sebagai seorang Walaka. Se...

Pawiwahan Adat Bali

  Pawiwahan Pawiwahan (nikah; nganten, mesakapan; "Wiwaha Samskara"; Grehasta; "Wedding or Marriage", English) adalah tradisi adat perkawinan Hindu di Bali (termasuk dalam manusa yadnya) dimana dalam pernikahan menurut pandangan orang bali disebutkan merupakan : Ikatan lahir bathin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri; "Tetep pageh ring tresna Sujati"; Selalu setia terhadap janji dan kata hati. (Tresna Asih) Dengan tujuan untuk dapat membentuk keluarga (rumah tangga) yang berbahagia, harmonis dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Rumah yang nantinya dipenuhi kasih sayang dalam cerita perempuan Bali di keluarganya yang baru disebutkan bahwa : Seorang istri, hendaknya nanti dapat memberikan kekuatan untuk dapat mendukung suaminya. Suami juga harusnya membuat wanita merasa nyaman dan terlindungi saat berada disampingnya. Biasanya diawali dengan sebuah acara pertunangan sebagai tanda pengikat. Ala ayuning patemon, salah satu kunc...

Apa Itu Panca Yadnya

   PENGERTIAN PANCA YADNYA , BAGIAN-BAGIANNYA , BESERTA CONTOHNYA    Panca yadnya ini ada karena sejak manusia di lahirkan sudah memiliki hutang , hutang ini harus di bayar dan hutang tersebut adalah Tri Rna.  Langsung aja kita pada inti nya . Yadnya sendiri berasal dari bahasa sansekerta yaitu dari kata “yaj” yang memiliki arti memuja kemudian dari kata “yaj” tersebut berubah menjadi kata “yajna” yang memiliki arti korban suci. Panca sendiri memiliki makna lima . Jadi panca yadnya adalah lima korban suci yang di tunjukan kehadapan sang pencipta atau yang biasa kita kenal di dalam hindu yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa .  Dalam melaksanakan yadnya kita juga harus mengetahui apa saja syarat-syarat dari yadnya . Adapun syarat dari yadnya sebagai berikut :  1 . Kita melaksanakan yadnya berdasarkan tulus iklas dengan kesucian hati tidak boleh dengan terpaksa. 2 . Kita melaksanakan yadnya berdasarkan dengan cinta kasih yang di wujudkan dengan rasa bhakti yan...

Makna Banten Dalam Upacara Yadnya

  Banten adalah persembahan suci sebagai buah dari pemikiran untuk dapat menyampaikan rasa cinta, bhakti dan kasih;Artinya dengan pemikiran yang lengkap dan bersih untuk dapat mewujudkan persembahan yadnya itu yang sebagaimana dinyatakan dalam “Lontar Tegesing Sarwa Banten”; “Banten mapiteges pakahyunan, nga; pakahyunane sane jangkep galang” Bila dihayati secara mendalam, Banten merupakan wujud dari pemikiran yang lengkap yang didasari dengan hati yang tulus dan suci.  Sehingga dalam mewujudkan banten untuk dapat dipersembahkan hendaknya berwujud indah, rapi dan mengandung simbol-simbol unik yang diawali dari pemikiran yang bersih, tulus dan suci.  Dan dalam filosofinya, bentuk banten itu juga disebutkan mempunyai makna dan nilai yang tinggi untuk menyampaikan rasa cinta, bhakti dan kasih yang sebagaimana dikutip dalam salah satu keterangan dari sebuah gambaran banten oleh Hindu Bali di Fb yang dipersembahkan dalam berbagai upacara yadnya di Bali;  Banten terwujud da...

Pengertian Bhuta Yadnya

- Bhuta Yadnya adalah upacara yadnya yang dilaksanakan untuk menjaga keharmonisan Bhuta Hita yang dibangun dari Panca Maha Bhuta yang merupakan unsur-unsur dasar dari bhuwana agung (alam semesta) maupun bhuwana alit itu sendiri.Dimana pelaksanaan upacara ini disebutkan dilaksanakan saat posisi matahari dalam keadaan Wiswayana yaitu berada tegak lurus di atas garis tengah bumi (madhyanikang bhuana) untuk menemui buta hitta atau jagathita dan kerahayuan jagat. Bhuta Yadnya sebagai bagian dari Upacara Panca Yadnya disebutkan bahwa yadnya yang ditujukan kepada Bhuta Kala yang mengganggu ketentraman hidup manusia, kekuatan-kekuatan yang bersifat negatif yang sering menimbulkan gangguan serta bencana, tetapi dengan Bhuta Yadnya ini maka kekuatan - kekuatan tersebut akan dapat menolong dan melindungi kehidupan  manusia dan alam semesta ini. Adapun Tujuan Upacara Bhuta Yadnya ini juga untuk memohon kehadapan Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa) agar beliau memberi kekuatan lahir bathin, juga ...

Apa Itu Tradisi Ngejot di Bali

 -Bali dengan kekayaan budayanya yang kental dijuluki sebagai Pulau Seribu Pura karena sebagian besar masyarakatnya merupakan pemeluk agama Hindu. Meski demikian toleransi antarumat beragama di Pulau Dewata ini juga amat tinggi, salah satunya tergambar dalam tradisi Ngejot yang dilakukan oleh umat Hindu dan Islam. Tradisi saling mengirimkan makanan ketika peringatan Hari Raya besar keagamaan ini menunjukkan kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama sekaligus bukti indahnya keberagaman di Indonesia.   Ngejot merupakan istilah dalam bahasa Bali yang berarti "memberi’. Sesuai artinya tersebut, tradisi ini dilakukan dengan memberikan makanan kepada para tetangga sebagai rasa terima kasih.  Tradisi Ngejot dilakukan umat Hindu ketika Hari Raya Galungan, Nyepi, dan Kuningan, sedangkan umat Islam melakukan tradisi ini menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun makanan yang diberikan kepada tetangga bisa berupa makanan matang siap saji, kue atau jajanan, hingga ...

Misteri Pura Dalem Bali

 – Pura merupakan tempat ibadah bagi penganut agama Hindu, khususnya yang ada di Bali. Jenis dan fungsinya pun beragam, seperti halnya Pura Dalem yang erat kaitannya dengan urusan kanuragan, termasuk bagi penekun Ilmu Pangleakan. Pura berasal dari bahasa Sanskerta, yang berarti benteng yang berhubungan dengan kerajaan. Namun di Indonesia, khususnya di Bali, pura dikonotasikan sebagai tempat ibadah. Untuk pusat kerajaan, cenderung disebut puri. Saking banyaknya pura yang ada , maka Bali dijuluki Pulau Seribu Pura.  Selain banyak jumlahnya, pura juga beragam jenisnya. Salah satu jenis atau golongannya adalah pura Kahyangan Tiga.  Sesuai penyebutannya, pura Kahyangan Tiga terdiri atas tiga pura, yakni Pura Desa, Puseh, dan Dalem. Sesuai konsep Tri Murti, Pura Desa adalah stana Tuhan yang bermanifastasi sebagai Dewa Brahma dengan kekuatan penciptaan. Selanjutnya Pura Puseh sebagai stana Dewa Wisnu dengan kuasa pemelihara. Sementara Pura Dalem merupakan stana Dewa Siwa dengan ...

Tradisi Ngelawar di Bali

  Asal-usul tradisi ngelawar Tradisi lawar, kerap disebut ngelawar artinya adalah membuat sayuran dan makanan yang berbahan daging dan sayur khas Bali. Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, ngelawar memiliki asal kata dari lawar yang artinya adalah campuran bumbu makanan. Sementara ngelawar artinya adalah tradisi meracik bumbu masakan Bali. Ngelawar ini berkembang sejak zaman kerajaan Bali. Biasanya ngelawar ini berkembang secara merata di sekitar kerajaan, karena Raja Bali senang sekali menikmati lawar. Beberapa bahan lawar secara umum terdiri dari daging dan kulit yang direbus dan dibumbui gede atau bumbu lengkap. Selain itu, lawar juga biasanya akan disertai dengan berbagai macam sate, balung dan daging lainnya. Dalam tradisi Bali, lawar biasa dilakukan saat ada upacara Panca Yadnya sebagai persembahan dan juga untuk dimakan. Untuk persembahan, lawar yang sudah matang akan diletakkan sesuai arah mata angin. "Lawar putih arah timur...

"Makna Upacara Piodalan"

   MAKNA UPACARA PIODALAN Piodalan sendiri dapat diartikan sebagai perayaan hari jadi tempat suci. Upacara piodalan merupakan kewajiban krama desa dalam rangka membayar hutang kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta seluruh manifestasinya yang disthanakan di pura kayangan desa. Piodalan ini terbagi menjadi dua yaitu (1) Piodalan alit (nyanang) dan (2) Piodalan Ageng dan di ikuti oleh seluruh warga krama baik yang tinggal di luar Desa maupun di desa itu sendiri yang terdiri dari berbagai dadia (klen).  Piodalan yang dilaksanakan di pura kayangan desa ada yang melaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali dan ada yang melaksanakan setiap satu tahun sekali. Tujuan dari upacara piodalan adalah untuk mewujukan kehidupan yang harmonis dan sejahtera lahir batin dalam masyarakat. Dalam Lontar Sundari Gama ada disebutkan bahwa, barang siapa yang tidak memelihara dan tidak melaksanakan kewajiban di Pura Puseh  tentu masyarakat sekitarnya akan kekurangan sandang pangan, dan tid...

"Apa itu Merajan di Bali"

Merajan (pamrajan) adalah tempat suci pemujaan dari suatu kelompok keturunan atau keluarga yang disebutkan dalam sumber kutipan, pura dan sanggah pamrajan, merajan dikelompokan menjadi tiga, yaitu:  1.Pura Kawitan, berfungsi untuk memuja manunggalnya atman leluhur dengan Brahman. 2.Sanggah Pamrajan dengan sebuah pelinggih / sanggah kemulan dengan rong tiga sebagai wujud penyatuan Sanghyang Triatma dengan sumber dan asalNya. 3.Dewa Hyang yang telah mencapai alam Swah Loka dan dihuni oleh jiwa-jiwa atau atman yang telah memiliki bathin yang bersih dan suci. Merajan dengan batas tembok panyengker, Piodalan dan Pamangku yang berbeda-beda disebutkan selain untuk sembahyang, fungsi merajan juga disebutkan sebagai berikut : •Pemelihara persatuan; di saat Odalan, semua warga dan sanak keluarga berkumpul saling melepas rindu karena bertempat tinggal jauh dan jarang bertemu namun merasa dekat di hati karena masih dalam satu garis keturunan. •Pemelihara dan pembina kebudayaan; di saat Odalan ...