"Makna Upacara Piodalan"
MAKNA UPACARA PIODALAN
Piodalan sendiri dapat diartikan sebagai perayaan hari jadi tempat suci. Upacara piodalan merupakan kewajiban krama desa dalam rangka membayar hutang kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa beserta seluruh manifestasinya yang disthanakan di pura kayangan desa. Piodalan ini terbagi menjadi dua yaitu (1) Piodalan alit (nyanang) dan (2) Piodalan Ageng dan di ikuti oleh seluruh warga krama baik yang tinggal di luar Desa maupun di desa itu sendiri yang terdiri dari berbagai dadia (klen). Piodalan yang dilaksanakan di pura kayangan desa ada yang melaksanakan setiap 6 (enam) bulan sekali dan ada yang melaksanakan setiap satu tahun sekali. Tujuan dari upacara piodalan adalah untuk mewujukan kehidupan yang harmonis dan sejahtera lahir batin dalam masyarakat.
Dalam Lontar Sundari Gama ada disebutkan bahwa, barang siapa yang tidak memelihara dan tidak melaksanakan kewajiban di Pura Puseh tentu masyarakat sekitarnya akan kekurangan sandang pangan, dan tidak terpeliharanya kehidupan masyarakat setempat karena Dewa Wisnu sebagai Pemelihara ( Stiti ) dengan Saktinya Dewi Sri yang menguasai makanan tidak akan merestui Nya.
Barang siapa yang secara tulus berbhakti dan melaksanakan kewajiban terhadap Pura Bale Agung, tentu masyarakatnya akan menjadi rukun dan tenteram, karena Dewa Brahma yang distanakan di Pura Bale Agung sebagai tempat untuk bermusyawarah, dan Saktinya Dewi Saraswati akan menebarkan pengetahuan kesucian agar menjadikan sama dalam perkataan, sama dalam perbuatan dan sama dalam pemikiran. Sehingga apa yang menjadi harapan bersama akan dapat terwujud dengan baik.
Dan barang siapa yang tulus berbhakti dan melaksanakan kewajibannya terhadap Pura Dalem, tentu masyarakat itu akan menjadi aman dan damai dan harmonis karena terhindar dari mara bahaya, karena Dewa Siwa / Iswara yang dipuja dengan Saktinya Dewi Durga sebagai penguasa kematian dan Dewi Uma akan senantiasa menjauhkan segala rintangan mara bahaya kepada umatnya. Bila terjadi ketidakharmonisan dimasyarakat maka akan dilakukan upacara “ Guru Piduka “ kehadapan Betara di Pura Dalem, dan bila ketidakharmonisan itu muncul akibat mewabahnya “ sasab – merana “ maka upacara itu dipersembahkan kepada Dewi Durga / Uma sebagai penguasai kekuatan sasab merana.
PENUTUP
Pelaksanaan Upacara piodalan adalah merupakan Swadharma Agama masing-masing desa adat di Bali. Upacara Piodalan goals pemujaannya secara fisik adalah air dan bumi sehingga yang di puja dalam Upacara Piodalan Desa adalah dewa-dewa yang memberikan kesejahteraan dan keselamatan seperti Deswa Wisnu penguasa air Perthiwi dewi bumi, dan dewa siwa yang memberikan perlindungan dan keselamatan. Dalam pelaksanaan upacara piodalan ini agar air dan bumi (tanah) memiliki kekuatan dan kesuburan sehingga daun, bunga, buah, batang atau umbinya dapat di nikmati oleh umat manusia dan akhirnya dapat mencapai tujuan hidup yaitu moksartham jagadhittaya ca iti dharma.
Komentar
Posting Komentar